Sabtu, 06 Desember 2014

Realize


Kala pagi itu, tiba-tiba seorang temanku mengirim pesan bahwa dia ingin bermain ke tempatku. Padahal saat itu, rasanya aku ingin beristirahat. Tapi tiba-tiba pula aku teringat bahwa di dunia ini tidak ada yang kebetulan, selalu ada rencana Tuhan dibalik setiap pertemuanku dengan orang-orang. Selalu ada hikmah di balik setiap kejadian. Oleh karena itu aku akhirnya meng-iyakan dia untuk bermain dtempatku,karena dia juga mengatakan dia sedang bosan dan jenuh.
Dan pada akhirnya aku menyadari, ternyata memang ada maksud tertentu Tuhan mempertemukanku dengan temanku ini. Melalui temanku ini, aku kembali membuka mataku kembali. Mengingatkan ku kembali terhadap apa yg harus ku kejar dan ku capai. Bahwa apa yang ku usahakan selama ini sangat begitu kurang. Aku begitu lemah. Melihat ketegasan dan ketegarannya, aku ingn bisa seperti dia, maju dengan berani dan pantang menyerah. Dan aku sadar bahwa aku memang masih berada di dalam zona nyamanku dan belum beranjak kemana-mana. Ini begitu menyedihkan dan memalukan, ketika begitu banyak mimpi yang ingin di capai, tapi zero action. Begitu terlena terhadap kemalasan. Come on! Stand up! Fokus! And take action! Aku sadar bahwa aku sudah jauh tertinggal dari yang lain. Run!! Reach your own dream! Catch your own dream!
Ini adalah saatnya.. Now or never!

Bismillah. Taruh nama Tuhan bersama dengan setiap doa dan tindakan. Memohon ridho-Nya.

*Catatan pada tanggal 19-10-14

Jumat, 05 September 2014

Hasil Bimbingan Part 1


Jumat tanggal 5 september 2014, aku menemui dosen pembimbingku untuk konsultasi proposalku. Well, aku sudah tahu kalau isi proposalku mungkin memang sangat jauh dari sempurna. Tapi tidak mengapa, berbekal niat untuk konsultasi dan nekat walau pada dasarnya masih kurang mengerti juga dengan isi proposal sendiri, aku menemui bapaknya.
Well, berikut adalah hasil beliau menjelaskan panjang lebar kepadaku dan membimbingku:
1.      Masalah judul. Oh ternyata judulku pun masih bermasalah. Yah, walau hanya salah 1 kata saja. Tapi kata bapaknya bisa berdampak besar terhadap isi penelitianku nanti. Dan kata itu adalah analisis. Maklum bapak, ilmu saya masih sedikit, ehehe. Dari analisis diubah menjadi evaluasi. Silakan kawan jika engkau ingin mengatakan diriku bodoh :) . Beliau menjelaskan panjang lebar dari maknanya, contohnya, sampai yang mana yang tepat untuk judulku. Wao, terimakasih bapak. Sudah begitu sabar menjelaskan kepada orang yang mempunyai kapasitas otak yang sedikit lemot ini hahaha. Aduhh maaf pak, saya tidak bermaksud menguji kesabaran anda. Hehe
2.  Latar belakang masalah. Yap, ini lah yang paling bermasalah. Beliau kurang lebih mengatakan "itu  bukan latar belakang masalah. Latar belakang masalah itu harus kuat. Apa masalahnya yang terjadi? Dan kenapa penelitian ini bersifat urgent." (hmm tiba-tiba jadi ingat muka dosen Metopenku  beserta perkataannya, mirip euy hahaha). Ah kalau tidak salah beliau juga menambahkan judulku masih bisa, tapi aku harus benar-benar mencari latar belakang yang kuat. Karena bisa berbahaya kalau latar belakang saja bermasalah atau nanti nya justru tidak berkorelasi dengan isi penelitianku nanti. Jangan hanya disambung-sambungkan kalau sebenarnya penelitian itu memang tidak nyambung. Jangan dipaksa kata beliau.
3.      Perpindahan dosen pembimbing. Disela-sela bimbingan ini beliau juga mengatakan, kalau memang keberatan bimbingan dengan beliau, aku boleh pindah ke dosen lain. Oh jelas. Saya mengatakan "NO Pak". Karena begitu banyak mahasiswa yang pindah dari beliau ke dosen lain. Mungkin beliau mengira aku adalah mahasiswa yang cari enaknya saja.  Yah cari nilai di mata kuliah bapak memang sulit, tapi saya tidak hanya mengejar nilai pak, tapi pemahamannya.
4.      Proposal dan skripsi. Nah ini agak sedikit menohok tapi disisi lain juga melegakan. Kenapa menohok? Yah itu tadi. Bimbingan proposal dengan bapaknya pasti lama. Beliau saja bilang begitu. Dari segi pembuatan, isi, maupun pemahaman. Tapi yang melegakannya adalah beliau tidak keberatan untuk membimbingku agar aku benar-benar paham dengan isi proposalku sendiri. Beliau menekankan betapa pentingnya memahami isi proposal ataupun skripsi. Beliau menceritakan banyak mahasiswa yang lulus dengan nilai A tapi sebenarnya dia tidak paham dengan isi skripsinya sendiri. Agak jleb juga karena aku datang ke beliau dengan pemahaman yang masih minim saat mengajukan proposal hari ini. Beliau juga mengatakan skripsi itu layaknya seperti hmm apa ya tadi, kok tiba-tiba lupa.. Hmm mungkin semacam prasasti, jejak kita, yang bisa diingat dan bisa dilihat untuk anak cucu kelak, seperti apa hasil karya kita.
Well tapi beliau bilang, kalau proposalku berhasil di acc beliau, artinya skripsiku sudah jadi 60% dan aku tidak perlu takut untuk menghadapi ujian proposal. Yah jelas, saat bimbingan saja ditanya panjang lebar, sudah berasa ujian proposal saja. Mungkin dah seperti simulasi ujian proposal setiap bimbingan. Hahaha

Kesimpulan dan opini hari ini yang bisa didapat:
a.   Kekejar tidak ya deadline pengumpulan proposal tgl 15 september? Hmm soalnya ini proposal digodhoknya sama beliau pasti lama.
b.   Harus lebih semangat dan lebih giat belajar agar paham dan bisa menyelesaikan proposal dengan tepat waktu. Ingat, harus paham!!!
c. Setidaknya lega bapaknya mau membimbing mahasiswa kayak aku :P yang minim pengetahuannya pake banget.
d.  Dan tak lupa, terimakasih kepada Allah yang sudah memberikan kesempatan dan ridhonya. Alhamdulillah Ya Allah.
Yap, segini dulu mungkin untuk bimbingan kali ini. Well ini hanya catatan sebagai pengingatku akan masa-masa pembuatan proposalku kelak ahaha.

Selasa, 19 Agustus 2014

Oh proposalku


Dear my proposal, maafkan diriku yg telah menelantarkanmu lebih dari 1 bulan. Ingin sekali aku menyelesaikan dirimu dengan segera. Tapi apa dayaku, ketika waktu 1 bulan itu aku memiliki fokus yang lain dan engkau ku biarkan tergeletak begitu saja didalam laptopku. Ingin ku sentuh dirimu, tapi ketika aku sudah melihatmu, aku tak tahu apa yang harus ku lakukan. Ini sangat membingungkan. Hingga ketika  sudah 1 bulan aku tidak menghiraukanmu, ketika oranglain mulai menanyakanmu ataupun menyebutmu, hati ini begitu gelisah, resah, dan gundah. Detak jantung ini justru berdetak lebih kencang dan pikiran ini menjadi kalut. Dan aku pun menjadi takut. Aku pun menjadi ragu untuk meneruskanmu. Apakah aku harus menggantimu atau tetap melanjutkanmu. Waktu yang ku miliki tidak banyak, mengingat detik-detik ujian telah tiba. Dan aku masih membiarkanmu tak tersentuh. Aku selalu berpikir untuk menggantimu. Tapi apakah aku sempat? Namun jika aku teruskan, hati ini ragu apakah diri ini bisa menyelesaikannya.
Ya Allah, berikanlah hamba ini kemudahan jalan dan kelancaran dalam hamba menyelesaikan proposal skripsi hamba. Aamiin.
Aku harus menyelesaikannya segera. Tidak peduli pagi, siang, ataupun malam. Aku sadar ini adalah tanggung jawab dan kewajiban ku sendiri. Jika aku tidak bisa menyelesaikannya, ... Berbaris-berbaris sudah hal-hal buruk di pikiranku. Aku tidak boleh menjadikan ini sebagai sebuah beban karena itu akan menyebabkan ku menjadi tertekan. Namun aku juga harus menekan diriku sendiri untuk keluar dari zona kemalasanku. Apapun.. Aku harus memikirkan cara agar aku bisa mengerjakan nya tanpa tertekan tapi aku juga memiliki kesadaran bahwa proposal itu harus ku kerjakan.  ( What am I babbling about?? )

Kamis, 17 April 2014

My Time is Limited



Aku tahu waktu ku di dunia ini hanyalah sebentar dan terbatas. Tapi walaupun aku tahu, terkadang diri ini juga lupa akan fakta itu. Menghabiskan waktu dengan hal yang tidak berguna. Seolah-olah aku ini tidak memikirkan bahwa waktu ini akan habis dengan sangat cepat. Terkadang diri ini ingin menangis, dan mengatakan, apa yang telah ku lakukan tadi? Begitu egois dan bodoh.  Padahal tidak ada gunanya penyesalan itu. Walaupun aku juga sering sadar, tapi kenapa diri ini masih menyia-nyiakan waktu yang begitu berharga. Tidak ada mesin waktu di dunia ini, tidak akan ada cara untuk kembali ke masa lalu. Bukankah dengan seperti, aku haruslah sadar, bahwa setiap detik hembusan napas ini keluar, setiap detik jantung ini berdetak, aku harus melakukan sebaik mungkin sikap, tindakan, keputusan, jalan yang ku lalui, agar tidak ada penyesalan yang tertinggal didalamnya.
"hiduplah seakan-akan hari ini adalah hari terakhir engkau".
Terkadang aku lupa dengan kalimat itu. Dengan ketika aku ingat kembali, mata ini langsung terbuka kembali akan realita yang terjadi. Hati ini sakit, mungkin bahasa yang lebih tepatnya kegalauan. Cemas dan kekhawatiran tiba-tiba melanda. Kenapa aku bisa begitu cemas? Entahlah.. Tapi aku begitu memikirkan, sebenarnya apa yang telah ku lakukan selama ini sampai di umur ku yang sudah menginjak kepala dua ini? Aku belum bisa melakukan hal yang berguna, bermanfaat, dan hal-hal besar. Bahkan aku merasa belum membahagiakan orangtua ku. Sungguh maafkanlah anak mu ini, bapak dan ibu.
Semoga dimulai dari hari ini dan detik ini aku akan selalu ingat, bahwa apa yang telah ku lakukan ini belum lah cukup dan waktu yang ku gunakan, penuh dengan keterbatasan.

 

Rabu, 16 April 2014

Mine? It isn't.

Aku tahu bahwa semua yang ku miliki saat ini pada dasarnya bukanlah milikku. Bukan milikku. Aku tidak memiliki apapun di dunia ini. Tidak ada.
Walaupun aku tahu itu. Rasanya masih tetap sakit jika sesuatu yang ku anggap ku miliki itu diambil, atau menghilang..
Perasaan dimana aku merasa sudah berusaha untuk mendapatkannya, tapi memang pada dasarnya ini semua hanyalah titipan dari Mu.. Mungkin saja aku belum bisa memanfaatkannya dengan baik, sehingga ini menjadi peringatan untuk ku..

Hamba berharap Engkau mendengarku ya Allah, dan hamba mohon berikan lah hamba ini kesempatan untuk menggunakannya sebaik-baiknya lagi. Aamiin
Terima kasih ya Allah.

Minggu, 22 Desember 2013

Dear My Friends



Hey, dear :)
Are you fine in there? I hope you are fine.

Dear, I know that this post will never  read by you.. Because you don’t know that I write this to you. It is okay. I just want to say something to you. Something important. Because you ever become my precious  friend I ever had. (ねえ、だいじょうぶか あなた は?げんきですか?私のことを覚えてますか?)

Well, we promise and dream, that someday we will met each other and together. Go to somewhere together, Travel together, laugh together, holiday together and take picture together. Hmm beautiful dream, right? Even our distance getting far, even our communication getting worst, but please believe, that we can reach it no matter what happen. I hope that our friendship relationship is stronger than before. 約束 だろう ねえ~? 

Do you know? it is okay, you leave me, if it make you fine. . Or if you have a new friends that the gratitude or the atitude is better than me. If that friends more support you and your life more comfortable with your friends. And he/she can always be by your side. I'll let you go. With pleasure,  I'll let you go, if with let you go it will make you happier. Go, keep moving forward.   I wish and hope for you to be happy. From the bottom of my heart
ごめん ねえ、sorry if I can not become naru-chan that try so hard to chase and bring back his best friends. I can not become that.  But I'll always pray for you,and I hope that Allah protect you. 
Nee, but if you hurt by your friends, please remember, that I still your behind, smiling to you. Cause you are still my friend dear. But if you don’t want to tell me, just remember, that Allah always be by your side and hear your cry and know what happen with you.忘れないで、おねがい~

After all, I want to say thank you to you. Thank you so much. Thank you for become one of  my best friend I ever had. Thank you, cause you always listen my story, my happiness, my sadness etc. Everything  story. Thank you for you are always in my side. Hug me, erase my tears, and motivate me.
Thank you. Arigatou Gozaimasu dear.  :) ありがとう ございます~
私の貴重な友人~